Langsung ke konten utama

Aku dan Dia


Aku dan Dia
Oleh: Novita Sari


Sesak pilu hatiku
Menghadapi setiap cemoohanmu
Aku bukan dia
Aku tak pernah bisa jadi dia.

Tapi kenapa?
Kau bandingkan aku dengannya
Tak Sudi kah melihat
Tak apa, aku mengerti
Diri yang penuh kekurangan ini.

Cukup sudah
Aku tak sanggup
Jangan bandingkan aku dengannya!
Hatiku terlalu penat

Hingga tak bisa berucap
Hanya mataku yang terus menunduk dalam
Seolah hilang arah
Menenggelamkan ke dasar bumi

Sayangnya, aku diam dan tersenyum
Seolah baik-baik saja
Meski keberanian
Telah remuk dan hancur.


Aceh, 5 Oktober 2019



#odopbatch7
#onedayonepost
#groupkairo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota kenangan Oleh: Novita Sari Sumber:www.jawapos.com Apa jadinya tempat tinggal kami? Jika hari ini kotanya, penuh sampah. Tumpukan Plastik seolah pemandangan yang lazim Jalanan macet seolah rutinitas Adakah dari kita yang ingin membedah. Bumi bahkan tak mampu lagi menahan Setiap kelakuan si perusak yang makin merajalela Pohon ditebang begitu saja. Asap menggumpal mematikan setiap oksigen yang mencoba bertahan Bahkan Udara segar hanya tinggal kenangan. Sungguh! Mata ini tak sanggup lagi melihat Seluruh tubuh ini basah oleh ketidakmampuan Apa yang kau inginkan dari kota kami Ia tak lagi elok seperti dulu. Tak adakah dari mereka yang merasa kasihan Melihat kota ini semakin lemah tak berdaya Tolong! Kembalikan oksigen kami Tolong! Kembalikan kota kami seperti dulu. Namun percuma... Rintihan kami tak akan pernah didengar Ditutupi keinginan sepenggal orang yang ingin memperkaya diri Hingga akhirnya kota ini benar-benar mati. Aceh, 15 Septem...
Fiksi dan Non fiksi Sumber: blog.bukupedia.com Ibarat kata, hati sudah menemukan keputusan tempat berlabuh. Hanya saja diperjalanan badai dan ombak,  seolah membuat perahu terombang-ambing di tengah lautan. Hidup selalu memberi dua pilihan, tergantung kita memilih yang mana, namun, percayalah hati punya jawaban terbaik untuk itu. Akhirnya sebuah keputusan harus ku ambil. Fiksi kah atau Non fiksi? Tentu saja aku memilih fiksi, disana aku bebas berimajinasi, membuat jalan cerita yang kusukai. Menciptakan tokoh sesuai keinginan. Aku suka menulis novel, namun terkadang ditengah perjalanan aku selalu merasa bosan, rasa malas menyerang membuatku berhenti menyelesaikannya. Semoga dengan mengikuti ODOP semangatku menjadi lebih kuat, banyak ilmu yang sudah ku dapat dari sana dan bisa menyelesaikan ceritaku hingga akhir. #odopbatch7 #onedayonepost #groupkairo

My Story-part9

My Story-part9 Oleh : Novita Sari Aku bangkit untuk memilih buku yang lain, "mau kemana?" Tanya Siska. "Mau milih buku lain, ini udah selesai baca," ujarku sembari memilih buku yang menarik. Pandanganku berhenti pada sebuah buku, aku ingat sekali judulnya 'nasehat udang tua' hanya saja buku tersebut cukup jauh untukku raih. Sebuah tangan membantuku mengambilnya, aku menerima buku tersebut dengan senang, sambil melihat orang yang sudah membantuku mengambilnya. Senyum diwajahku hilang, setelah menyadari siapa yang membantuku, "Nayla," batinku. Saat itu, aku bisa merasakan suasana sangat canggung, "Terimakasih," ucapku langsung pergi dari sana. Andai saja dulu aku dan Nayla tetap berteman pasti sangat menyenangkan tetapi,  tak apa karena aku bersyukur dengan kejadian itu membuatku lebih dewasa menyikapi masalah. Aku juga sedang mencoba berdamai dengan masa lalu, memaafkan semua orang yang menyakitiku. Sejak saat itu s...