Langsung ke konten utama

Resensi novel Dear Allah

Resensi novel Dear Allah


Oleh: Novita Sari


Identitas Novel

Judul Novel           :Dear Allah

Penulis                   :Diana Febi

Penerbit                 :Coconut Books

Tahun terbit           :2018

Cetakan                 :Cetakan pertama,November 2018

Tebal Novel           :412 Halaman  
Sinopsis

Sebuah  novel tentang cinta diam diam Naira yang tersimpan rapi bertahun tahun kepada Wildan yang hatinya telah tertambat pada gadis lain.Naira harus menahan rasa sakit saat mendengar Wildan menceritakan gadis yang ia cinta dihadapan Naira.Cinta diam diamnya begitu berat lagi,ketika Wildan akan memutuskan akan menikahi gadis lain.Namun sebuah takdir mempersatukan Wildan dan Naira dalam satu ikatan yang tak terduga.

    Naira peracaya bahwa cinta yang selalu melibatkan Allah tidak akan membuat kecewa hamba-Nya.Hanya doa dan keyakinan yang selalu menguatkan dirinya dikala  hati mulai rapuh karen cint yang sepihak.Naira percaya bahwa kesabaran,keikhlasan dan ketulusan cinta suci akan berakhir pada suatu kebahagiaan yang sudah di rencanakan oleh-Nya.Sebab,perkara mudah bagi Allah untuk menjodohkan hambanya.


Resensi

Sebuah novel yang akan membuat siapapun tertarik untuk membacanya, alur cerita yang begitu menarik akan membuat siapapun tertawa, dan menangis. Di sini perasaan pembaca akan bercampur aduk dan membuat cerita semakin sulit ditebak. Pembaca juga ikut masuk merasakan perasaan Nara.

novel yang menambah wawasan tentang ilmu agama islam dan mengajarkan bahwa cinta diam-diam karena Allah akan mendatangkan kebahagiaan yang tak terduga.

Kekurangannya menurut saya terlalu panjang sehingga membutuhkan waktu lama dan membuat saya semakin penasaran 😅

#odopbatch7
#onedayonepost

#groupkairo



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota kenangan Oleh: Novita Sari Sumber:www.jawapos.com Apa jadinya tempat tinggal kami? Jika hari ini kotanya, penuh sampah. Tumpukan Plastik seolah pemandangan yang lazim Jalanan macet seolah rutinitas Adakah dari kita yang ingin membedah. Bumi bahkan tak mampu lagi menahan Setiap kelakuan si perusak yang makin merajalela Pohon ditebang begitu saja. Asap menggumpal mematikan setiap oksigen yang mencoba bertahan Bahkan Udara segar hanya tinggal kenangan. Sungguh! Mata ini tak sanggup lagi melihat Seluruh tubuh ini basah oleh ketidakmampuan Apa yang kau inginkan dari kota kami Ia tak lagi elok seperti dulu. Tak adakah dari mereka yang merasa kasihan Melihat kota ini semakin lemah tak berdaya Tolong! Kembalikan oksigen kami Tolong! Kembalikan kota kami seperti dulu. Namun percuma... Rintihan kami tak akan pernah didengar Ditutupi keinginan sepenggal orang yang ingin memperkaya diri Hingga akhirnya kota ini benar-benar mati. Aceh, 15 Septem...

My Story-part10 END.

My Story-part10 END.   Oleh: Novita Sari Sejak saat itu sikap Nalya kembali seperti dulu, ia tersenyum ketika berpapasan denganku, aku membalas senyumnya meski kami tidak pernah saling berbicara. Rasanya sulit sekali memperbaiki semua keadaan ini, jujur aku masih sakit hati, tidak mudah melupakan semua kelakuannya, entahlah tetap saja aku menganggapnya teman. Kami akhirnya berbaikan meski tidak sedekat dulu, lebih mirip orang asing yang baru bertemu. Di hari perpisahan sekolah, aku sangat ingin berbicara dengan Nayla dan berharap kami bisa berteman seperti dulu, nyatanya semua itu tidak pernah terjadi, tidak ada diantara kami yang memulai pembicaraan. Hingga akhirnya kami berpisah, melanjutkan SMP ditempat yang berbeda, Semua kenangan pahit yang ku alami dibangku SD akan menjadi sebuah pembelajaran sekaligus kenangan yang sulit terlupakan hingga sekarang. Tamat. Pesan untuk si pembully. Terimakasih, untuk semua pembullyan yang sudah kalian lakukan, secara tida...

Pesan Kematian

Pesan Kematian Oleh: Novita Sari Jangan berbalik! Dia dibelakangmu. Bisa saja ia sedang berdiri tegak dengan sebuah kapak ditangan, yang siap membunuh mu. Kau pasti merasakan kehadirannya, jangan takut kamu masih bisa selamat. Diam dan abaikan. Tunggu tubuhmu mulai bergetar, kau mulai ketakutan, bulu kudukmu mulai berdiri. Kau pasti sangat ingin berbalik untuk melihat makhluk seperti apa yang berdiri di belakangmu. Ku katakan sekali lagi. Apapun yang terjadi Jangan berbalik! Dalam hitungan kelima segera lari menjauh. "Sial! Pesan aneh apa ini," ujarku mengumpat. Sebuah pesan aneh terpampang jelas dimonitor laptop. Aku memang suka membaca cerita horor atau thiller tapi, tidak pernah menemukan cerita segila ini. Mari mulai menghitung. Ketikan kalimat itu muncul secara ajaib dimonitor laptop, membuatku merasa peringatan itu seperti nyata. "Pasti seseorang sedang mengerjaiku," batinku Lima. Lagi-lagi kata itu seolah te...