Langsung ke konten utama

My Story-part7




"Tak apa Ana, bersabarlah. Anggap mereka hanya angin lalu," yakinku.


Ternyata itu hanya sebuah kalimat penyemangat yang tidak cukup membuatku tenang.

Setiap hari mereka selalu menjelekkanku. Aku mencoba membiarkan begitu saja, lama-kelamaan perasaan marah membuat ingin membalas perbuatannya.

"Awas! ada orang bau lewat." Sembari menutup hidung Evi melihat ku jijik, padahal aku tau ia hanya sengaja menganggu. Susi dan Ratna tertawa lepas sementara Nayla hanya diam.

"Benarkah, seperti orang yang sangat bau itu ada didepanku," ucap ku ketus, sambil menerobos masuk kelas.

Cukup!

Sudah cukup!

Semua perlakuan yang ku terima selama ini, tidak akan kubiarkan siapapun membully karena aku akan melakukan perlawanan sekarang.

Masa bodoh tidak punya teman, aku terbiasa sendiri dan bertekad membuat semua orang yang sudah menghinaku terdiam.

Aku mulai belajar serius, mendengarkan penjelasan guru dengan seksama.

Setiap pulang sekolah aku masuk kamar dan belajar dengan giat. Mengerjakan tugas tepat waktu.

Namun, sayang usaha tidak berhasil, semua mata pelajaran sulit ku kuasai, aku mulai terpuruk dan menangis.

"Kenapa aku harus punya otak yang bodoh ini? Kenapa tuhan melakukan ini padaku" aku menangis sendiri.

Aku mulai ketakutan dan depresi untung saat itu kedua orangtuaku memberi semangat, membuatku bangkit kembali.


#odopbatch7
#onedayonepost
#groupkairo


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota kenangan Oleh: Novita Sari Sumber:www.jawapos.com Apa jadinya tempat tinggal kami? Jika hari ini kotanya, penuh sampah. Tumpukan Plastik seolah pemandangan yang lazim Jalanan macet seolah rutinitas Adakah dari kita yang ingin membedah. Bumi bahkan tak mampu lagi menahan Setiap kelakuan si perusak yang makin merajalela Pohon ditebang begitu saja. Asap menggumpal mematikan setiap oksigen yang mencoba bertahan Bahkan Udara segar hanya tinggal kenangan. Sungguh! Mata ini tak sanggup lagi melihat Seluruh tubuh ini basah oleh ketidakmampuan Apa yang kau inginkan dari kota kami Ia tak lagi elok seperti dulu. Tak adakah dari mereka yang merasa kasihan Melihat kota ini semakin lemah tak berdaya Tolong! Kembalikan oksigen kami Tolong! Kembalikan kota kami seperti dulu. Namun percuma... Rintihan kami tak akan pernah didengar Ditutupi keinginan sepenggal orang yang ingin memperkaya diri Hingga akhirnya kota ini benar-benar mati. Aceh, 15 Septem...
Fiksi dan Non fiksi Sumber: blog.bukupedia.com Ibarat kata, hati sudah menemukan keputusan tempat berlabuh. Hanya saja diperjalanan badai dan ombak,  seolah membuat perahu terombang-ambing di tengah lautan. Hidup selalu memberi dua pilihan, tergantung kita memilih yang mana, namun, percayalah hati punya jawaban terbaik untuk itu. Akhirnya sebuah keputusan harus ku ambil. Fiksi kah atau Non fiksi? Tentu saja aku memilih fiksi, disana aku bebas berimajinasi, membuat jalan cerita yang kusukai. Menciptakan tokoh sesuai keinginan. Aku suka menulis novel, namun terkadang ditengah perjalanan aku selalu merasa bosan, rasa malas menyerang membuatku berhenti menyelesaikannya. Semoga dengan mengikuti ODOP semangatku menjadi lebih kuat, banyak ilmu yang sudah ku dapat dari sana dan bisa menyelesaikan ceritaku hingga akhir. #odopbatch7 #onedayonepost #groupkairo

My Story-part9

My Story-part9 Oleh : Novita Sari Aku bangkit untuk memilih buku yang lain, "mau kemana?" Tanya Siska. "Mau milih buku lain, ini udah selesai baca," ujarku sembari memilih buku yang menarik. Pandanganku berhenti pada sebuah buku, aku ingat sekali judulnya 'nasehat udang tua' hanya saja buku tersebut cukup jauh untukku raih. Sebuah tangan membantuku mengambilnya, aku menerima buku tersebut dengan senang, sambil melihat orang yang sudah membantuku mengambilnya. Senyum diwajahku hilang, setelah menyadari siapa yang membantuku, "Nayla," batinku. Saat itu, aku bisa merasakan suasana sangat canggung, "Terimakasih," ucapku langsung pergi dari sana. Andai saja dulu aku dan Nayla tetap berteman pasti sangat menyenangkan tetapi,  tak apa karena aku bersyukur dengan kejadian itu membuatku lebih dewasa menyikapi masalah. Aku juga sedang mencoba berdamai dengan masa lalu, memaafkan semua orang yang menyakitiku. Sejak saat itu s...